Pembicaraan masuk angin,,,3 februari 2007

February 2nd, 2008 by i-whe

huagggghhh
udah semalam sumpek, eh pagi masih kena masuk angin pula oalah yo yo,,,
dibawah senyum bulan yang makin tampak manis meski hanya untuk sejenak di pagi yang masih buta ini,perlahan sepeda kesayangan ku mengantar ku pada rumah seorang sahabat,tak begitu lama berselang terjadi pembicaraan diatas 4 roda yang berputar,pembicaraan kali ini tak seperti biasanya, sungguh melegakan,benar benar lega,rasa sumpek emosi dan segala prasaan yang mengganjal bisa kluar dengan lancar tanpa sensor,pembicaraan dimulai oleh sang sahabat,jelas tampak dalam setiap kata yang kluar adalah sebuah cermin bagiku dan bagi angin yang berhembus,bahwa hidup ini sungguh penuh kejutan yang mampu membuat darah di kepala mendidih lalu meledak!!!!

lonceng gereja pagi ini memberi tanda bahwa hari ini seakan adalah hari yang begitu indah,salam sapa untuk kota tercinta yang mungil nan unik ini,roda sepeda membawa kami melalui tengah kota yang mulai ramai oleh warga kota yang hendak lari pagi di alun alun kota,rasa sumpek itupun mulai sedikit berkurang dan terus berkurang kala melihat senyum diantara mereka yang begitu ramah,makin banyak kata yang tlah sahabat tumpahkan dan makin dalam aku mulai pahami apa yang ia rasakan,memang sakit hati yang turut kurasakan,tapi sabar dan bersabar hal itu yang masih bisa membuat kami bertahan hingga kini,ya semoga saja kesabaran kami masih luas.
Berselang waktu tanpa sadar kami sudah berada di jalan yang diapit oleh segar hijau sawah luas yang makin menyejukan mata dan pikiran,dan diujung jalan ini, giliranku menumpahkan semua rasa dan prasaanku, marah,sumpek dan segalanya aku tumpahkan tanpa sensor sama sekali,dia pun memahami akan apa yang aku rasakan,semakin banyak yang aku tumpahkan semakin lega dan semakin dapat aku merasakan indahnya perjalanan pagi ini, senyum lebar mulai merekah itu pertanda bahwa beban kami mulai berkurang,paling tidak kami tak lagi tersiksa.hanya saja masih tersisa pemikiran bagaimana untuk bisa mengakhiri semua pendertaan ini???????

Perjalanan kali ini tak sepanjang biasanya karena memang aku dan sahabat sedang tak enak badan, masuk angin…,,,,!!!!penyakit yang paling tak kusukai,namun tak lupt dari kami keinginan untuk merasakan enaknya lecep,sembari mengisi perut yang mulai ramai oleh teriakan para cacing didalamnya,nasi panas dan bumbu yang pas dengan porsi sesuai untuk para cacing seakan mengurangi penderitaan yang sejak awal sebenarnya tidak ingin kami rasakn, tak ada keinginan lain untuk membuat orang lain bahagialah yang menjadikan semua trasa begitu aneh tapi nyata

usailah adegan para cacing berteriak dalam perut berkunjunglah kami disebuah rumah mungil namun memberi warna tersendiri yang mampu menghidupkan senyum lebar kami,1x lagi kusampaikan trima kasih untuk sahabatku yang udah bikin otak kami jd lebh fress dan udah kasih kami pencerahan bagaimana memahami perasaan wanita dan perasaan setiap orang dimuka bumi ini.tak lepas dari teh hangat yang disajikan oleh ibu sang sahabat yang perhatian pula pada kami, membuat angin dalam tubuhku keluar entah lewat mana(yang pasti keluar secara sopan)

dan kesimpulan dari pembicaraan masuk angin adalah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

ttttttttttttttttteeeeeeeelllllllleeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!

what a f*** D*** S** ,,,,,

keep on scare or hapy

January 13th, 2008 by i-whe

Pagi ini begitu membabi buta, benar benar membabibuta, perdebatan antara sifat alami manusia dengan keinginan manusia itu sendiri yang bersumber dari pemikiranya. Sulit kalau harus memilih.andaikan aku bukan manusia tentu aku akan memilih tujuan ku daripada perasan yang tidak menentu ini yang seakan akan hendak menyergap semua kesedihan, tapi apalah daya aku memang seorang manusia.

Perasaan itu semakin menginfeksiku,sebelum aku melihat mentari pagi ini, sebelum aku sempat berppikir apa yang akan aku lakukan setelah beranjak dari ranjang, semakin lama aku berpikir aku makin merasa tersiksa. Banyak pertanyaan bersumber dari perasaanku merasuk setiap sendi pemikiran, seakan akan aku kesurupan perasaan yang selama ini ingin aku jauhi, bahkan mungkin tidak ingin aku miliki untuk sementara waktu, knapa tetap kamu lakukan hal itu jika kamu memang tersiksa?, knapa kamu tetap lakukan hal itu kalau memang sumpahmu sudah terpenuhi?,kapan kamu akan berhenti melakukan ini semua? Batinmu itu sudah tersiksa tapi kamu masih saja mencambuknya dengan alasan yang tidak memilki perasaan sedikitpun,knapa?, karena memang itu sudah menjadi jalan dan pilihanku, dan karena itulah aku tidak menginginkan perasaan itu datang.

Memandang lagit cerah pagi ini makin mengingatkanku pada senyum manis dan tatapan mata yang berbeda, seakan tatapan itu memberi isyarat tentang perasaan seorang wanita yang ingin aku berada di sisinya,tapi dalam hati aku meyakinkan diriku bahwa itu hanya perasaanku saja, sesuatu yang belum tentu benar untuk dimanjakan. Tidak pernah sedikitpun diterima dalam pikiranku bahwa aku akan memilikinya sebelum semua itu terbukti benar dihadapan mataku.

Begitu serunya perdebatan ini, namun disisi lain aku merasa sangat ketakutan.takut akan segala hal yang telah aku ketahui, seandainya aku tidak mengetahuinya tentu aku tidak akan setakut sekarang ini, aku merasa sangat dipermainkan. Dan tentunya aku tidak terima jika aku dipermainkan. Bergeraklah pemikiranku untuk berpikir bagaimana cara untuk melepaskan diri dari rasa takut yang makin menutupi inspiraku. Inilah salah satu alasan mengapa tidak kuhiraukan perasaanku.

Tak peduli betapa sakitnya hati, aku tak mau sakit pikran,karena bagiku pikiran itu memiliki nyawa yang lebih besar daripada hati.bahkan daripada nyawaku sendiri.

Dia,apa yang hrus kukatakan padanya?, aku tidak mau menyakiti hatinya, tapi aku juga tidak mau membunuh pikiranku hanya karena aku telah memanjakan hatiku.pagi ini dia mengajaku berkeliling kota, sungguh sangat mengejutkan bagiku karena setahuku sebelumnya dia tak pernah mau berjalan dengan siapapun apalagi hanya berdua. Mungkin dengan menunjukan aku yang sebenarnya akan membuat dia mengerti bagaimana posisiku sekarang. Tapi memang sudah sifatku yang tidak ingin orang lain mengerti posisiku, dan haruslah aku yang mengerti posisinya.

Terima kasih karena kau sudah membuatku merasakan perasaan yang dulu pernah hinggap di hatiku.

so slow

November 5th, 2007 by i-whe

bacalah denagn intonasi yang perlahan….
benar benar pelan……………..

gen….deng
a…..ku…..
gen…deng….

terima kasih atas pengakuan yang telah anda ungkapkan

pas nang bis

October 29th, 2007 by i-whe

suatu hari seorang ibu dengan memakai pakian yang nyentrik dan rok yang besar,hendak pergi menuju jakarta dari surabaya bersama dengan anaknya yang masih kecil dan suka bernyanyi, sejak perjalanan dimulai si anakpun bernyanyi,
di surabaya dia bernyanyi lagu Tanjung perak
“tanjung perak tepi laut siapa suka boleh ikut” dengan senang ia bernyanyi, lantang pula…
merasa terganggu dengan suara itu, penghuni bis yang lain berteriak
“hey, bu itu anaknya g’ bisa diem apa?”
si ibu yang merasa sungkan akhirnya menyuruh si anak untuk diam, ntuk sesaat si anak pun diam, sesampainya di daerah solo, dia mulai bernyanyi lagu bengawan solo, pada awalnya memang terdengar lirih, lama kelamaan karena g’ ada yang protes ia mulai mengencangkan suaranya.
” bengawan solo…, riwayat mu kini……..”,dengan wajah tak berdosa si anak bernyanyi kini giliran pak kondektur bis yang mengingatkan, “buk tolong anaknya dijaga biar g’ ribut,penumpang yang lain saja bisa tenang!!!” kata pak kondektur,
“baik pak…” kata si ibu yg tertunduk malu, lalu ibu itu mengingatkan si anak untuk tidak bernyanyi, untuk beberapa saat si anak diam, dan iapun tertidur, namun tak beberapa lama ia bagun kembali, saat bangun ia pun melihat papan rumah makan yang ada tulisanya daerah Bandung…
dan iapun teringat lagu yang diajarkan oleh gurunya disekolah, dan mulailah ia bernyanyi lagi…
” halo….. halo……. bandung… dst” dengan lantang ia pun terus bernyanyi, dan pak kondektur yang sudah kehabisan kesabaran memarahi si ibu yang saat itu tertidur nyenyak disamping si anak
“hei buk.. bangun, bu’.., ibu ini gmn anaknya ribut kok dibiarin aja, k’lo msh terus ribut saya turunkan biar tw rasa” kata kodektur yang emosi abissssss………
karena kehabisan akal si ibu akhirnya memasukan si anak kedalam roknya yang besar itu agar si anak diam, namun siapa sangka ternyata anak ini cerdas sekali…. untuk terkahir ia bernyanyi….
disinilah tempat lahir beta………………..

whehehehe…………..

nb:jika ada keamaan cerita karakter ato tempat iu semua hanya kebetulan

thanks

bagi yang pengen diet silakan baca cerita ini

October 29th, 2007 by i-whe

bagi yang pengen diet silakan baca cerita ini, tp bg yang g’ kuat sama jijik jangan sekali kali membaca cerita ini…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

suatu hari ketika di terminal aku dan teman2ku sedang naik bis hendak pulang ke moxer, kami melihat dari jendela, ada orang gila,dia tampak seperti sedang kelaparan,dia sedang mencari cari sesuatu tp g’ tw apa itu,lama dy mengobok-obok tempat sampah, akhirnya dia menemukan sesuatu, plastik warna hitam, ujung plastik itu digigitnya lalu isinya disedot sampai habis, , isi plastik itu berupa cairan kental berwarna merah kekuning-kuningan+coklat, ughhhhhhhhhhhh……sampai2 mlut orang gila itu cemot semua…dan diapun tersenyum jijik……

dan akhirnya kami mulai merasa mual pusing dan ingin muntah. begitu sadar apa yang telah disruput oleh orang gila itu, ternyata isi plastik yang disruput itu td adalah sisa muntahan orang yang turun dari bis!!!!!!
benar benar gila………………

arghhhhh.
gmn ceritanya sekarang sudah niat g’ niat makan, k’lo msh niat makan ya syukur..
k’lo g’ silakan km berdiet mulai sekarang…
hehehehe…..he